Percikan Itu !

Pernah menggoreng makanan basah? Apa yang terjadi setelahnya?

Tar, dos-dos bunyi meletup terdengar dan juga minyak yang memercik ke berbagai arah sehingga terkadang membuat kita terkejut serta berteriak karena merasakan sakit akibat percikan itu, dan membuat kulit kita melepuh. Ini pula yang membuat sebagian orang menggunakan tameng (bisa tutup panci atau baskom) ketika menggoreng ikan atau daging agar tidak terkena percikan minyak panas. Namun selang waktu proses penggorengan berlangsung, tidak terjadi percikan lagi.

Apa penyebabnya? Munculnya bunyi percikan dalam menggoreng punya beberapa sebab. Masuknya air ke dalam minyak, membuat terjadinya gesekan antara keduanya. Biasanya bunyi percikan segera hilang usai air yang bergesekan itu menguap.

Ketika kita menghidupkan kembang api mini (fireworks). Sewaktu kecil saya sempat ragu untuk mencoba menghidupkan kembang api mini, karena takut akan percikan apinya akan melukai kulit. Tapi, setelah memberanikan diri, percikan apinya tidak seberapa rasa sakitnya dibanding keindahan ketika melihatnya, meski begitu, tetap efek sampingnya bisa berbahaya untuk kulit, mata dan telinga (110-120 desibel).

Ketika bermain air, percikan yang dirasakan tidak berbahaya selagi tidak kena mata kita. Namun ketika hujan deras disertai angin kencang, air yang jatuh ke tubuh kita terasa cukup menyakitkan, jangankan kulit, pohon saja bisa tumbang karenanya. Percikan air dijalan terkadangpun memberi noda di pakaian kita.

Percikan-percikan itu terjadi pada kita, ada sebab-akibat dan ada pilihan serta hasilnya. Allah memberikan kepada kita hak untuk merasakan. Segala bentuk perbuatan kita, hasil perbuatan orang lain dan ujian dari-Nya. Percikan itu datang untuk menempa kita, agar kita tahu rasanya sakit, rasanya senang, rasanya mencoba, rasanya putus asa, rasanya terkejut dan rasanya berhasil juga bersyukur. Terkadang percikan itu datang menghampiri, tanpa kita rencanakan, mengapa? Bisa jadi Allah sedang mengingatkan kita, mengajarkan kita atau atas doa kita sendiri.

Seperti sebuah lagu ada intro, reff dan outro.

Seperti Proses pertumbuhan manusia dari embrio, janin, bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut usia.

Percikan itu bumbu proses kedewasaan diri. Ketika kita salah, ketika kita ragu, ketika harus memutuskan atau memilih, Allah memberikan percikan itu untuk memudahkan kita, Q.S. Al Insyiroh :

  1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu untukmu?
  2. Dan mengangkat bebanmu dari (pundak)mu,
  3. Yang telah memberatkan unggungmu?
  4. Dan meninggikan untukmu sebutan kamu?
  5. Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan,
  6. Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.
  7. Maka jika engkau sudah bebas, tetaplah tabah bekerja keras!
  8. Dan jadikanlah Tuhanmu sebagai tujuan [kerinduan] engkau semata!

Ketika kita mempraktikkan hasrat keingintahuan kita, bila kita menginginkan pengetahuan, maka kita akan menjadi pengetahuan, persis sebagaimana kita mempraktikkan kemarahan, maka kita pun akan menjadi kemarahan. Begitu kita meletakkan dasar-dasar yang perlu untuk menunaikan segala kewajiban kita, maka kita pun sah untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan kita.Menunaikan kewajiban kita terlebih dahulu adalah penting, karena, kalau tidak kita akan melaksanakan keinginan untuk melarikan diri.

Percikan itu adalah jalan kemudahan untuk memahami dan menjalani hidup lebi baik lagi untuk mendapat ridho Allah.

Wallahu ‘alam bishowab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s