Flash Back

Memandang dari jauh, duduk termenung gadis kecil yang sedang membaca headline dari koran jualannya yang belum laku terjual. Tertarik, melihat setiap ekspresiyang terpancar dari wajahnya, setiap membaca hal yang menurutnya menarik. Kadang tertawa, kadang berjengit, kadang menganga, kadang menangis dan kadang khawatir terpancar dari ekspresinya. Apa gerangan yang sedang ia baca, apa adegan lucu yang bercampur heran, takjub, sedih dan resah. Tin…tin…tin….suara klakson kendaran dibelakangku menyadarkanku, membuyarkan spekulasi yang sedang berputar di kepalaku. Tancap gas dan berlalu dengan sedikit melirik melalui spion motor, terakhir kali memandang gadis itu.

Banyak sudah ku temui gadis kecil penjual koran di tiap simpang lampu merah, tapi baru hari ini ku melihat yang membaca jualan korannya lebih mengasyikkan daripada menawarkan koran jualannya kepada tiap pengguna jalan. Terlintas akan menjadi seperti apa ia kelak, bagaimana ia menjalani hidupnya, dan apa cita-citanya. Ingin bisa berbagi, bercerita banyak dan diskusi tentang yang sedang ia baca di korannya. Bisakah ia menyaring setiap berita di koran yang ia baca ? baik dan buruknya informasi yang ia dapat dalam setiap paragraf, bagaimana ia menanggapinya ?

Bila menggunakan perkiraan, mungkin gadis kecil itu berusia tujuh atau delapan tahun, usia dimana ia membutuhkan pengarahan yang baik dari orangtuanya. Pengenalannya tentang setiap peristiwa dalam korannya, tentu mengundang banyak pertanyaan. Rasa ingin tahu nya butuh sebuah jawaban dan penjelasan. Ketika ku kecil, jika melihat sesuatu yang tidak kupahami atau baru pertama melihatnya, maka aku akan langsung bertanya pada bapak, ibu, kakak atau pamanku. Terkadang, jawaban yang kudapat sangat bervariasi, bergantung pada sudut pandang mereka yang memberi jawaban. Pernah merasa bingung dan membuat kesimpulan sendiri.

Kalau mengenangnya kembali….

Kenapa ya? darah warnanya merah, kenapa juga namanya darah ?

Ya memang sudah dari sananya dari dulu nama dan warnanya sama, jawab mama’ ku

Ya karena itu darah jadi warnanya merah, kalau kuning namanya kulit pisang, jawab kakak ku

Ayo, kita cari tahu bersama, ajak bapakku. dengan mengambil sebuah buku dari rak dan mencari penjelasan tentang darah. “Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Dari banyak jawaban yang ku terima, jawaban bapak yang bisa masuk dalam akalku.

Dengan banyak ekspresi ku menanggapi setiap jawaban yang kudapat. Telah beberapa hari berlalu, setiap ku melewati simpang lampu merah yang sama, mataku berputar mencari-cari gadis kecil itu, tapi tak kulihat lagi ia sejak hari pertama ku melihatnya.

images

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s