“Fenomena Kue dalam Ujian Sekolah Dasar di Jambi”

“Ibu ! besok disuruh bawa kue seloyang sama bu guru tuk pengawas ujian, gak boleh bawa satuan yang jumlahnya 5, kalau bawa itu gak diterima sama bu gurunya”, kata sepupuku

Ketika mendengar ini, sontak ku bertanya : Kenapa harus murid yang bawa kue tuk pengawas ? Dak tahu, bu guru nya yang nyuruh tiap murid kelas 6 bawa kue seloyang tuk pengawas selama US, jawab sepupuku.

ImageImage

Aneh, emang guru pengawas ujiannya gak dapat honor? Apa gak kebanyakan banget, tiap murid 1 loyang kue bergiliran selama 3 hari ujian. Kalau pake kalkulasi ada 2 kelas 6, perkelasnya ada 30 murid maka jumlahnya 60 murid dibagi 3 hari, jadi per-harinya ada 20 loyang kue yang dibawa. 1 loyang aja cukup untuk 5 piring, kalau 20 loyang maka 100 piring. Pengawas aja cuma 4 orang, sisanya ??????? for who?????

Sepertinya, fenomena bawa kue seloyang per murid yang ujian US ini telah berlangsung cukup lama. Ku bertanya ke teman kerja yang sekolah di kota jambi, kira-kira 15 tahun yang lalu, mereka juga di suruh gurunya untuk bawa kue seloyang untuk pengawas ketika ujian. 

Belum diketahui pasti, apa semua kue nya untuk pengawas atau untuk yang lain juga. Seperti kurang bijak dan tidak pantas memanfaatkan murid untuk hal ini. karena terus terang saja, tidak semua orang tua murid mampu untuk hal ini. Ada di antara para orang tua murid yang uangnya habis untuk makan sehari-hari, kalau begitu dari mana mereka punya dana untuk kue seloyang ?.

Rata-rata ini terjadi pada sekolah Dasar di kota jambi, waktu ku sekolah di desa, tidak ada keharusan dari guru untuk membawa kue bagi pengawas. Pihak sekolah lah yang memberi pengawas makan siang dan snack seadanya selama 3 hari ujian berlangsung.

kejadian ini telah berlangsung lama di kota jambi, tapi baru sekarang ku tahu…….

Semoga status sebagai guru yang tanpa tanda jasa tidak ternoda dengan perilaku seperti ini yang sama sekali tidak menguntungkan bagi para murid di sekolahnya masing-masing.

 

 

 

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Sama mbak… anakku (kelas 1 SD) juga pernah disuruh bawa kue waktu ambil raport. Untungnya anakku nurut 100% sama aku waktu aku bilang ih, kok gratifikasi sih? dan ankaku walau nggak tau arti gratifikasi, dia bilang: Nggak usah bawa kue ummi, bu xxx dah banyak ini dapet kuenya . He he.. ummi nya senang nggak perlu beli kue 🙂

    Suka

    1. asafitriku berkata:

      alhamdulillah lau gitu bu, waktu tante saya beli kuenya bertemu dengan 2 orang ibu-ibu beda sekolah yang juga beli kue untuk dibawa ke sekolah oleh ibunya, banyak terjadi pada sekolah dasar sepertinya, apa karena anak sd masih lugu-lugu ya!

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s