“Sebuah Tahapan”

Image

Image

Image

Hidup ini berproses, sama seperti tanaman yang juga berproses dalam kehidupannya. Namun dalam proses pertumbuhan tanaman juga memiliki cobaan masing-masing. Tentunya gangguan dari lingkungannya, seperti ketika tanaman mulai tumbuh menjadi tunas yang baru, mungkin saja ada ayam yang usil dan mematuk-matuknya hingga tunasnya mati, atau ketika ia berhasil tumbuh dan mulai berbunga ada saja tangan usil manusia yang memetiknya sehingga menghalanginya untuk bisa penyerbukan dan menghasilkan buah, dan ketika berhasil berbuah ada masa di mana hama mulai mengganggu dan membuat buah nya terkena penyakit dan tidak mengahasilkan kualitas yang baik hingga juga berdampak pada biji yang berkualitas buruk untuk di tanam kembali.

Semua yang di alami tanaman juga di alami makhluk hidup lainnya, terutama yang nyata melalui kasat mata adalah manusia. Manusia memiliki cobaan atau ujian yang berbeda tergantung kadar ketakwaan nya kepada Allah, mengapa? Karena dalam surat Al-baqarah : 286 Allah berfirman

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Islam itu mudah, tidak ada kesulitan di dalamnya, maka segala hal yang Allah berikan kepada hamba-Nya pasti di bangun di atas Ilmu-Nya, dan Allah tahu bahwa hambanya mampu menjalaninya serta tak akan pernah melebihi kemampuan hamba-Nya. Semua dari kita pasti mendapatkan ujian, karena ujian itu ibarat makanan untuk ruh kita dan obat bagi tubuh kita.

“Apakah manusia mengira setelah mereka mengikrarkan dirinya bahwa dia beriman, lantas mereka dibiarkan tidak diuji ? Sungguh, orang-orang yang terdahulu pun telah Kami uji. Yang dengan ujian ini, maka akan teranglah siapa yang jujur dalam pengakuan imannya, dan siapakah yang dusta.” [Q.S. Al Ankabut: 2-3]

Dengan hal ini, jelaslah Allah ingin melihat pembuktian dari hamba-Nya, yang mana yang benar-benar beriman dan bertakwa padanya dan mana yang munafik. Namun tidak semata-mata Allah mempersulit kita dengan ujian-Nya, mengapa? karena

Allah menegaskan dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6 : “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (5),

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (6)”.
 
Kita sebagai manusia pasti tidak pernah luput dari khilaf, namun seberapa banyaknya kita khilaf, ingatlah selalu bahwa pengampunan Allah itu Maha Luas jadi bisa untuk seluruh Makhluk-Nya di bumi dan ruang angkasa. So, sebanyak apa pun khilaf kita, selagi kita memohon ampun kepada Allah dan berjanji untuk tidak akan mengulangi kesalahan yang sama maka insha Allah, Dia akan memaafkan dan mengampuni kita.
Yakinlah bahwa allah itu dekat, sama seperti berjuang dalam dakwah pasti kita mendapat benturan-benturan yang menghiasi. “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan). Sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesunggunhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” [Q.S. Al Baqarah: 214].
Untuk bisa masuk surga kita harus di uji terlebih dahulu, sama hal nya ketika kita ingin mendapatkan pekerjaan, maka terlebih dahulu kita akan melewati tahapan ujian, sebut saja contohnya tes PNS. Untuk menjadi seorang PNS maka harus melewati ujian tertulis terlebih dulu kalau lulus baru bisa jadi PNS (tapi tanpa nyogok lo ya….).
 
Juga dalam Ali Imran : 142, Allah berfirman : “Apakah kalian mengira akan masuk surga sementara Allah belum melihat orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di antara kalian dan juga melihat orang-orang yang bersabar.”
 
Butuh kesabaran untuk bisa melewati beberapa ujian yang akan kita hadapi dalam hidup ini, agar tetap bisa berjalan dalam menetapi kebenaran yang lurus, jalan yang telah Allah Ridhoi. Wallahu’alam.
 
Iklan

3 thoughts on ““Sebuah Tahapan”

  1. Sungguh indah pelajaran kehidupan yang disampaikan dalam Al-Qur’an; dan alam pun memberikan contoh dan pelajaran yang baik; begitu juga dengan ibroh perjalanan manusia.
    Sangat rugi kalau tidak memetik manfaat darinya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s