Antara Membalas Jasa Manusia dan Menyempurnakan Separuh Agama

Ketika itu, ada sebuah pesan masuk ke handphone ku, sebuah sapaan menanyakan kabarku dari acik tingkat di kampus. Dengan balasan kata Alhamdulillah baik, ku kembali menyakan kabarnya. Percakapan beralih pada saudaranya yang dulunya pernah se-kos dengan ku, “ Bagaimana kabar mbak yam? Udah hamil belum, “tanyaku. “belum kak, kakak kapan nyusul untuk menikah? “ tanyanya.

Bernita hanya bercanda ku tulis balasan, “mmmhm boleh kalau mau mencarikan untuk kakak…, percakapan terhenti di sini.

Namun, tiba-tiba besok pagi ada pesan masuk dari adik itu kembali, Assalamu’alaikum kak? Ada kabar baik untuk kakak,” tulis nya. Berlanjut dengan pesan baru, “ kak ada ikhwan yang siap untuk melamar kakak, tapi mohon jangan di bicarakan dengan yang lain dulu karena takut akan terjadi fitnah, ikhwan ini adalah seorang yang bisa menjadi pemimpin, bahkan ia memang pernah menjadi pemimpin lembaga dakwah di sebuah kampus, dan ia juga mengenal kakak”.

Terbengong ku membacanya, karena awalnya diriku tidak lah terlalu serius dan hanya ingin bercanda, namun ternyata adik tingkat ku ini benar-benar mencarikan jodoh untuk ku, dan belum sampai satu hari full, ia telah mendapatkannya, Subhanallah!!!

Kebingungan ku , bagaimana harus ku balas pesan ini, haruskah ku mengatakan kalau aku hanya bercanda saja? Namun , balasan yang ku kirim adalah,” Subhanallah, cepat nian dek, semangat banget carikan jodoh untuk kakak, bagaimana caranya adek menjelaskan kakak ke orang tersebut? Apa langsung memberitahukan nama kakak ke dia atau bagaimana?”

“adek Cuma mengatakan ciri-ciri kakak dan mengatakan kalau kakak cantik pula, lalu ia makin penasaran, lalu bertanya-tanya, lalu adek lanjutkan kalau kakak pernah satu kos dengan mbak yam, dan ia langsung bisa menebak kalau itu kakak, dan ternyata memang kakak lah yang dari dulu ia inginkan”.

Semakin penasaran tentunya diriku, membuatku bertanya-tanya siapa ikhwan itu, lalu ku balas,” siapa orangnya, tidak adil rasanya ketika dia tahu siapa kakak, sedang kakak tidak tahu siapa dia”. Waktu yang cukup lama untuk adek tingkatku membalasnya, lalu dia memberitahukan jurusan, angkatan dan pernah menjadi ketua lembaga dakwah di tahun berapa, tanpa menyebutkan namanya.

Tanpa banyak waktu berfikir dan menebak siapa orangnya, diriku sudah tahu betul siapa yang dimaksud adek tingkatku ini. Pusing ku memikirkannya, ternyata bisa jadi se dilema ini, karena orang yang ditawarkan padaku bukanlah orang yang sembarangan, dan sangat layak untuk dipertimbangkan.

Kembali ku bertanya,”kenapa bisa suka sama kakak? Yang se kos dengan mbak yam kan akhwat semua dan cantik-cantik semua lagi?, balasnya lagi,” mungkin memang sejak lama dia terpesona sama kakak”.

Terasa euphoria dalam hati mendengar balasannya, how possible???

Adek tingkatku menanyakan lagi bagaimana menurutku, apa diriku menerima atau tidak, yang bisa ku balas adalah akan ku pikirkan terlebih dahulu. “ ya kak semoga dalam istihoroh kakak menemukan jawabannya”, balas adek itu.

Apa yang harus ku lakukan dalam hal ini? Karena ini membuatku bingung….

To be continued….

Iklan

2 thoughts on “Antara Membalas Jasa Manusia dan Menyempurnakan Separuh Agama

  1. Jadi ingat cerita teman dekat teteh, kalau boleh dikatakan mirip sekali, teman teteh menerima lelaki itu dgn pertimbangan, dia bisa menjadi imam bagi dia dan anak2nya, membimbing dia dan anak2nya, bertemu sehari besoknya menikah, dan sekarang sudah dikaruniai 4 putra dan putri ya sholeh dan sholehah…

    Semoga Allah memberika petunjuk-Nya..
    Teteh tunggu kelanjutannya yaaa..

    Eeh teteh dulu juga dijodohkan ^_^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s